Tampilkan postingan dengan label Engineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Engineering. Tampilkan semua postingan
Airport Pavement Roughness with Nighttime Construction
17 Desember 2010
Surface elevation profiles were measured before and after overlay operations on runways at two commercial airports in the USA. Each airport had only one runway. All overlaying was done at night, with the airports opened for normal operations during the day. The profiles were measured with an inertial profiler having software compensation for accelerometer errors. Pavement surface elevations measured with normal surveying rod and level equipment are compared with the profiler elevation measurements for one of the runways. With the exception of some very long wavelength distortion in the profiler measurements, correspondence between the two different methods is good. The profiles were processed to provide measures of roughness from simulations of a straightedge, a California Profilograph, and the Boeing Bump Criteria. The roughness of the overlaid pavements is quantified and compared. Measurements of the vertical response of an instrumented B-727 aircraft on one of the runways are also presented. Transverse construction joints are shown to be significant contributors to the roughness of the pavements.
Download Here
Download Here
Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan
Pada hakekatnya lokasi pusat kegiatan ekonomi terdapat di kawasan-kawasan perkotaan. Untuk dapat mewujudkan efisiensi pemanfaatan ruang sebagai tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan ekonomi dan sosial budaya, maka kawasan perkotaan perlu dikelola secara optimal melalui penataan ruang.
Sebagai salah satu proses kegiatan penataan ruang, penyusunan rencana tata ruang kawasan perkotaan perlu diselenggarakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Tata Ruang Wilayah.
Ruang dilihat sebagai wadah dimana keseluruhan interaksi sistem sosial (yang meliputi manusia dengan seluruh kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya) dengan ekosistem (sumber daya alam dan sumber daya buatan) berlangsung. Interaksi ini tidak selalu secara otomatis berlangsung seimbang dan saling menguntungkan berbagai pihak yang ada karena adanya perbedaan kemampuan, kepentingan dan adanya sifat perkembangan ekonomi yang akumulatif. Oleh karena itu, ruang perlu ditata agar dapat memelihara keseimbangan lingkungan dan memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal.
Penataannya perlu didasarkan pada pemahaman potensi dan keterbatasan alam, perkembangan kegiatan sosial ekonomi yang ada, serta tuntutan kebutuhan peri kehidupan saat ini dan kelestarian lingkungan hidup di masa yang akan datang. Upaya pemanfaatan ruang dan pengelolaan lingkungan ini dituangkan dalam suatu kesatuan rencana tata ruang.
Di Indonesia; sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang; ada dua komponen utama yang membentuk tata ruang, yakni wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang.
Sebagai suatu keadaan, tata ruang mempunyai ukuran kualitas yang bukan semata menggambarkan mutu tata letak dan keterkaitan hirarkis, baik antar kegiatan maupun antar pusat, akan tetapi juga menggambarkan mutu komponen penyusunan ruang. Mutu ruang itu sendiri ditentukan oleh terwujudnya keserasian, keselarasan, dan keseimbangan pemanfaatan ruang yang mengindahkan faktor daya dukung lingkungan, fungsi lingkungan, lokasi, dan struktur (keterkaitan jaringan infrastruktur dengan pusat permukiman dan jasa).
Pedoman ini terdiri dari 7 (tujuh) bab yaitu:
1. Bab I Pendahuluan; yang berisikan latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup pedoman dan sistematika pedoman.
2. Bab II Ketentuan Umum; yang membahas pengertian-pengertian umum mengenai penataan ruang kota.
3. Bab III Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan.
4. Bab IV Rencana Tata Ruang Wilayah Kota/Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan / Rencana Tata Ruang Wilayah Kota.
5. Bab V Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan.
6. Bab VI Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan/Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan / Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
DOWNLOAD
Sebagai salah satu proses kegiatan penataan ruang, penyusunan rencana tata ruang kawasan perkotaan perlu diselenggarakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Tata Ruang Wilayah.
Ruang dilihat sebagai wadah dimana keseluruhan interaksi sistem sosial (yang meliputi manusia dengan seluruh kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya) dengan ekosistem (sumber daya alam dan sumber daya buatan) berlangsung. Interaksi ini tidak selalu secara otomatis berlangsung seimbang dan saling menguntungkan berbagai pihak yang ada karena adanya perbedaan kemampuan, kepentingan dan adanya sifat perkembangan ekonomi yang akumulatif. Oleh karena itu, ruang perlu ditata agar dapat memelihara keseimbangan lingkungan dan memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal.
Penataannya perlu didasarkan pada pemahaman potensi dan keterbatasan alam, perkembangan kegiatan sosial ekonomi yang ada, serta tuntutan kebutuhan peri kehidupan saat ini dan kelestarian lingkungan hidup di masa yang akan datang. Upaya pemanfaatan ruang dan pengelolaan lingkungan ini dituangkan dalam suatu kesatuan rencana tata ruang.
Di Indonesia; sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang; ada dua komponen utama yang membentuk tata ruang, yakni wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang.
Sebagai suatu keadaan, tata ruang mempunyai ukuran kualitas yang bukan semata menggambarkan mutu tata letak dan keterkaitan hirarkis, baik antar kegiatan maupun antar pusat, akan tetapi juga menggambarkan mutu komponen penyusunan ruang. Mutu ruang itu sendiri ditentukan oleh terwujudnya keserasian, keselarasan, dan keseimbangan pemanfaatan ruang yang mengindahkan faktor daya dukung lingkungan, fungsi lingkungan, lokasi, dan struktur (keterkaitan jaringan infrastruktur dengan pusat permukiman dan jasa).
Pedoman ini terdiri dari 7 (tujuh) bab yaitu:
1. Bab I Pendahuluan; yang berisikan latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup pedoman dan sistematika pedoman.
2. Bab II Ketentuan Umum; yang membahas pengertian-pengertian umum mengenai penataan ruang kota.
3. Bab III Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan.
4. Bab IV Rencana Tata Ruang Wilayah Kota/Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan / Rencana Tata Ruang Wilayah Kota.
5. Bab V Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan; memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan.
6. Bab VI Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan/Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, memuat pengertian umum, fungsi rencana, manfaat rencana, muatan rencana, proses rencana, produk rencana dan legalisasi Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan / Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
DOWNLOAD
Label:
Engineering
FREE DOWNLOAD SOFTWARE EPANET-2
5 Desember 2010
EPANET is a computer program that performs extended period simulation of
hydraulic and water quality behavior within pressurized pipe networks. A network
consists of pipes, nodes (pipe junctions), pumps, valves and storage tanks or
reservoirs. EPANET tracks the flow of water in each pipe, the pressure at each node,
the height of water in each tank, and the concentration of a chemical species
throughout the network during a simulation period comprised of multiple time steps.
In addition to chemical species, water age and source tracing can also be simulated.
EPANET is designed to be a research tool for improving our understanding of the
movement and fate of drinking water constituents within distribution systems. It can
be used for many different kinds of applications in distribution systems analysis.
Sampling program design, hydraulic model calibration, chlorine residual analysis,
and consumer exposure assessment are some examples. EPANET can help assess
alternative management strategies for improving water quality throughout a system.
These can include:
· altering source utilization within multiple source systems,
· altering pumping and tank filling/emptying schedules,
· use of satellite treatment, such as re-chlorination at storage tanks,
· targeted pipe cleaning and replacement.
Running under Windows, EPANET provides an integrated environment for editing
network input data, running hydraulic and water quality simulations, and viewing the
results in a variety of formats. These include color-coded network maps, data tables,
time series graphs, and contour plots.
DOWNLOAD SOFTWARE || DOWNLOAD MANUAL
hydraulic and water quality behavior within pressurized pipe networks. A network
consists of pipes, nodes (pipe junctions), pumps, valves and storage tanks or
reservoirs. EPANET tracks the flow of water in each pipe, the pressure at each node,
the height of water in each tank, and the concentration of a chemical species
throughout the network during a simulation period comprised of multiple time steps.
In addition to chemical species, water age and source tracing can also be simulated.
EPANET is designed to be a research tool for improving our understanding of the
movement and fate of drinking water constituents within distribution systems. It can
be used for many different kinds of applications in distribution systems analysis.
Sampling program design, hydraulic model calibration, chlorine residual analysis,
and consumer exposure assessment are some examples. EPANET can help assess
alternative management strategies for improving water quality throughout a system.
These can include:
· altering source utilization within multiple source systems,
· altering pumping and tank filling/emptying schedules,
· use of satellite treatment, such as re-chlorination at storage tanks,
· targeted pipe cleaning and replacement.
Running under Windows, EPANET provides an integrated environment for editing
network input data, running hydraulic and water quality simulations, and viewing the
results in a variety of formats. These include color-coded network maps, data tables,
time series graphs, and contour plots.
DOWNLOAD SOFTWARE || DOWNLOAD MANUAL
Label:
Engineering,
Software
Lavalys EVEREST Ultimate Edition 5.0.2100
3 Desember 2010
EVEREST Ultimate Engineer Edition is an industry leading system diagnostics and benchmarking solution for enthusiasts PC users, based on the award-winning EVEREST Technology. During system optimizations and tweaking it provides essential system and overclock information, advanced hardware monitoring and diagnostics capabilities to check the effects of the applied settings. CPU, FPU and memory benchmarks are available to measure the actual system performance and compare it to previous states or other systems. Furthermore, complete software, operating system and security information makes EVEREST Ultimate Edition a comprehensive system diagnostics tool that offers a total of 100 pages of information about your PC.
Hardware Information
Motherboard & CPU
Accurate low-level information about motherboard, CPU and BIOS, including chipset details, DMI enumeration, AGP configuration information, SPD memory modules list, DRAM timing information and CPU instruction set support.
Video adapter & monitor
Detailed information about the video adapter, video drivers and monitor, including DDC information, monitor serial number and supported video modes detection, low-level GPU details, OpenGL and Direct3D features list.
Storage devices
Information about all hard disk and optical disk drives, including IDE autodetection, S.M.A.R.T. disk health monitoring, ASPI SCSI devices list and partitions information.
Network adapters, multimedia, input devices
Exhaustive information about network adapters, sound cards, keyboard, mouse and game controllers, including NIC MAC address detection, IP and DNS list, network traffic monitoring, DirectSound, DirectMusic and DirectInput information.
Misc hardware
Information about PCI, PnP, PCMCIA and USB devices, communication ports, power management information, device resources list, printers information.
Software Information
Operating system
Detailed Windows information, including operating system installation date and product key, system services and system drivers list, process information, environment variables list, system folders list, system files and Event Logs content, AX and DLL files list, UpTime information.
Server and display
Information about network shares, users and groups list, logged on users list, account security settings, opened files list, fonts list and Windows desktop configuration details.
Networking
Large amount of information about networking status, remote access and mailing accounts, network resources and Internet settings. List of network routes, Internet Explorer cookies and history of visited web pages.
Installed software
Detailed information about installed programs, scheduled tasks and startup programs.
Security
Windows Security
Operating system security information including DEP (Data Execution Prevention) status, list of installed security patches and system restore status.
Security applications
Firewall, anti-spyware and anti-trojan software list. Anti-virus software information including virus database details.
Diagnostics
System Stability Test
Ability to stress system memory, CPU, FPU and local disks simultaneously in real time through a completely visual interface. System thermal solution check through constant temperature, CPU load and CPU thermal throttle monitoring.
CPUID Panel
EVEREST CPUID panel to provide a compact overview on CPU, motherboard, RAM and chipset. Invaluable information on overclocked systems, dynamic refresh to support Enhanced Intel SpeedStep and AMD Cool'n'Quiet technologies.
Hardware monitoring
Sensor information including system, CPU and GPU temperature, fan status, CPU, GPU, AGP and DRAM voltage monitoring, S.M.A.R.T. disk health status. Support for Corsair Xpert memory modules.
Sensor icons
Sensor icons feature to display actual system temperature and voltage values on the System Tray.
CPU and FPU benchmarks
State of the art multi-threaded benchmark methods to measure performance of both old and brand new processors. References list to compare actual performance with other systems.
Memory benchmarking
Memory read and write speed, memory latency measurement to stress the memory and cache subsystem, including references list to compare actual performance with other systems.
Disk Benchmark module
Disk Benchmark module to measure performance of hard disk drives, optical disk drives (CD/DVD/Blu-Ray) and USB flash drives. Graphical overview of disk performance measured on different areas of the disk surface.
Tips & suggestions
Detection of possible hardware and software misconfiguration and compatibility issues.
Reporting
Report Wizard
Easy-to-use method to produce report files of the system, by either using pre-configured report profiles or custom selection of information.
Report formats
Three different report file formats: plain text, customizable HTML and the unique MHTML format. MHTML reports including icons are ideal for printing purposes.
Report e-mailing and printing
Built-in e-mail transfer client using SMTP, also support for MAPI and Outlook protocols. Instant report display and one-click printing capabilities using IE4 technology.
DOWNLOAD HERE
Hardware Information
Motherboard & CPU
Accurate low-level information about motherboard, CPU and BIOS, including chipset details, DMI enumeration, AGP configuration information, SPD memory modules list, DRAM timing information and CPU instruction set support.
Video adapter & monitor
Detailed information about the video adapter, video drivers and monitor, including DDC information, monitor serial number and supported video modes detection, low-level GPU details, OpenGL and Direct3D features list.
Storage devices
Information about all hard disk and optical disk drives, including IDE autodetection, S.M.A.R.T. disk health monitoring, ASPI SCSI devices list and partitions information.
Network adapters, multimedia, input devices
Exhaustive information about network adapters, sound cards, keyboard, mouse and game controllers, including NIC MAC address detection, IP and DNS list, network traffic monitoring, DirectSound, DirectMusic and DirectInput information.
Misc hardware
Information about PCI, PnP, PCMCIA and USB devices, communication ports, power management information, device resources list, printers information.
Software Information
Operating system
Detailed Windows information, including operating system installation date and product key, system services and system drivers list, process information, environment variables list, system folders list, system files and Event Logs content, AX and DLL files list, UpTime information.
Server and display
Information about network shares, users and groups list, logged on users list, account security settings, opened files list, fonts list and Windows desktop configuration details.
Networking
Large amount of information about networking status, remote access and mailing accounts, network resources and Internet settings. List of network routes, Internet Explorer cookies and history of visited web pages.
Installed software
Detailed information about installed programs, scheduled tasks and startup programs.
Security
Windows Security
Operating system security information including DEP (Data Execution Prevention) status, list of installed security patches and system restore status.
Security applications
Firewall, anti-spyware and anti-trojan software list. Anti-virus software information including virus database details.
Diagnostics
System Stability Test
Ability to stress system memory, CPU, FPU and local disks simultaneously in real time through a completely visual interface. System thermal solution check through constant temperature, CPU load and CPU thermal throttle monitoring.
CPUID Panel
EVEREST CPUID panel to provide a compact overview on CPU, motherboard, RAM and chipset. Invaluable information on overclocked systems, dynamic refresh to support Enhanced Intel SpeedStep and AMD Cool'n'Quiet technologies.
Hardware monitoring
Sensor information including system, CPU and GPU temperature, fan status, CPU, GPU, AGP and DRAM voltage monitoring, S.M.A.R.T. disk health status. Support for Corsair Xpert memory modules.
Sensor icons
Sensor icons feature to display actual system temperature and voltage values on the System Tray.
CPU and FPU benchmarks
State of the art multi-threaded benchmark methods to measure performance of both old and brand new processors. References list to compare actual performance with other systems.
Memory benchmarking
Memory read and write speed, memory latency measurement to stress the memory and cache subsystem, including references list to compare actual performance with other systems.
Disk Benchmark module
Disk Benchmark module to measure performance of hard disk drives, optical disk drives (CD/DVD/Blu-Ray) and USB flash drives. Graphical overview of disk performance measured on different areas of the disk surface.
Tips & suggestions
Detection of possible hardware and software misconfiguration and compatibility issues.
Reporting
Report Wizard
Easy-to-use method to produce report files of the system, by either using pre-configured report profiles or custom selection of information.
Report formats
Three different report file formats: plain text, customizable HTML and the unique MHTML format. MHTML reports including icons are ideal for printing purposes.
Report e-mailing and printing
Built-in e-mail transfer client using SMTP, also support for MAPI and Outlook protocols. Instant report display and one-click printing capabilities using IE4 technology.
DOWNLOAD HERE
Label:
Engineering,
Software
Contoh Praktikum Beton untuk S1 Teknik Sipil
1 November 2010
1. Praktikum Pengujian Berat Volume Agregat.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat volume agregat, yaitu perbandingan antara berat agregat persatuan volume.
2. Praktikum Pengukuran Kadar Lumpur Pasir.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar lumpur yang terdapat dalam agregat halus lewat saringan No.200 dengan cara pencucian.
3. Praktikum Penentuan Kadar Air Agregat.
Tujuan
1. Menentukan kadar air agregat halus (pasir) dengan cara pengeringan (ASTM C- 566).
2. Menentukan kadar air agregat kasar (kerikil) dengan cara pengeringan (ASTM C-566).
4. Praktikum Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Pasir
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat jenis dan penyerapan pasir pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD) dan pada keadaan jenuh.
5. Praktikum Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Kerikil
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat jenis dan penyerapan kerikil pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD), pada kondisi kering dan keadaan jenuh.
6. Praktikum Analisis Saringan Agregat Kasar
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat volume agregat, yaitu perbandingan antara berat agregat persatuan volume.
2. Praktikum Pengukuran Kadar Lumpur Pasir.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar lumpur yang terdapat dalam agregat halus lewat saringan No.200 dengan cara pencucian.
3. Praktikum Penentuan Kadar Air Agregat.
Tujuan
1. Menentukan kadar air agregat halus (pasir) dengan cara pengeringan (ASTM C- 566).
2. Menentukan kadar air agregat kasar (kerikil) dengan cara pengeringan (ASTM C-566).
4. Praktikum Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Pasir
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat jenis dan penyerapan pasir pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD) dan pada keadaan jenuh.
5. Praktikum Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Kerikil
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat jenis dan penyerapan kerikil pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD), pada kondisi kering dan keadaan jenuh.
6. Praktikum Analisis Saringan Agregat Kasar
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui distribusi gradasi agregat kasar dan menghitung modulus kehalusan dikaitkan dengan kegunaan agregat kasar untuk bahan campuran beton.
Download File
7. Praktikum Pemeriksaan Berat Jenis SemenDownload File
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat jenis semen, yaitu perbandingan antara berat volume kering semen ( ) pada suhu kamar dengan berat volume air suling ( ) pada suhu 4 oC yang volumenya sama dengan volume semen.
Download File
8. Praktikum Analisis Saringan Agregat HalusDownload File
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui susunan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan menghitung modulus kehalusannya.
Download File
9. Praktikum Menentukan Waktu Ikat SemenDownload File
Menentukan waktu pengikatan awal dan akhir dari semen hidrolis keadaan normal dengan menggunakan alat vicat.
Download File
Download File
Label:
Engineering,
Tutorial
File Praktikum Mekanika Fluida untuk S1 Teknik Sipil
ABSTRAK
1. Pelaksanaan Praktikum Alat Peraga Osborne Reynold
Tujuan Percobaan
Rumus debit
Perhitungan besarnya nilai debit yang mengalir adalah denganmengukur volume fluida pada selang waktu tertentu
Q (debit) = V (volume)/ t (waktu)
Karena fluida dilairkan dengan pompa maka debit yang menglir tiodak tepat sama dari waktu ke waktu sehingga pengukurandilakukan 3 kali dan didapat Q rata-rata
Download File Word
2. Pelaksanaan Praktikum Tinggi Metasentrik
Pengetahuan dasar masalah stabilitas benda terapung seperti sebuah kapal yang mengambang dipermukaan air merupakan hal yang sangat penting. Kondisi kestabilan, netral, atau ketidakstabilannya dinyatakan berdasarkan tinggi titik berat benda tersebut (ponton).
Dalam percobaan ini stabilitas ponton data diketahui berdasarkan titik beratnya pada ketinggian yang bervariasi. Percobaan ini juga memperbandingkan hasil pecobaan dengan hasil perhitugan stabilitas secara analitis
Tujuan Percobaan
FB = ρ g V
Dimana :
ρ = rapat massa zat cair
g = percepatan gravitasi
V = volume zat cair yang dipindahkan oleh benda apung.
Download File Word
Dalam ilmu hidrostatiska akan dipelajari mengenai hokum-hukum yang berlaku pada suatu zat cair statis. Secara umum kajiannya dititikberatkan pada :
1. Penentuan variasi gaya atau tekanan hidrostatiska
2. Penentuan posisi atau lokasi pusat tekanan pada suatu permukaan hingga yang berada dalam zat cair.
Berdasarkan hokum hidrostatiska ternyata resultan gaya hidrostatis (F) yang bereaksi pada suatu bidang rata sama dengan hasil kali luas bidang tersebut dan tekanan dipusat luasan. Resultan gaya (F) bekerja tegak lurus terhadap permukaan bidang, yang dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan :
F = þ.g.x.A
Dimana :
Þ : rapat massa zat cair
g : percepatan grafitasi
x : jarak pusat luasan ke permukaan zat cair
A : luas bidang rata
Download File Word
Untuk menyelidiki karakter aliran di atas pelimpah crump.
Pelimpah lancip bebrbentuk segitiga merupakan salah satu alat ukur debit yang ditemukan oleh E.S CRUMP (1952) dan selanjutnya dinamakan “pelimpah crump”. Kemiringan pelimpah searah aliran di bagian hulu adalah 1 vertikal : 2 horizontal dan kemiringan di bagian hilir adalah 1:5 atau 1:2.
Pelimpah Crump dapat beroperasi pada aliran moduler dan non-moduler. Padaaliran moduler dengan muka air yang rendah, aliran di atas mercu tidak dipengaruhi oleh level muka air di bagian hilir. Jika debit bertambah besar maka aliran di atas ambang dipengaruhi oleh level muka air di bagian hulu dan hilir sehingga aliran beroperasi pada aliran non-moduler.
Berdasarkan persamaan yang diterapkan pada pelimpah Crump maka diperoleh bahwa :
Tinggi energi total, H' = H + V^2 / 2g = H + Q2 / 2gA2
Debit aliran moduler, Qm = Cd = g BH' , dan
Faktor reduksi, f = Q/Qm
Download File Word
Untuk mengetahui karakeristik aliran diatas pelimpah ambang tipis
Pelimpah ambang tipis adalah suatu struktur bangunan air dengan panjang mercu searah aliran sama dengan atau lebih kecil dari dua millimeter.Pada umumnya bangunan ini dipakai untuk mengetahui debit aliran.
Q = Cd2/3√2gBH^1,5
Dimana :
Cd = koefisien debit
B = lebar pelimpah
H = tinggi air diatas mercu ambang
Download File Word
Untuk mengetahui karakeristik aliran diatas pelimpah ambang lebar
Pelimpah ambang lebar adalah suatu struktur bangunan air fimana garis-garis aliran bergerak secara paralel antara satu dengan yang lainnya paling sedikit pada suatu jarak yang pendek.jadi distribusu tekanan hidrosttis dianggap terjadi paad suatu tampang kendali.Untuk mendapatkan kondisi ini,panjang mecu pelimpah seah dengan aliran (L) diabatasi oleh tinggi energi total (H) dibagian hulu mercu.
Pelimpah ini dipakai sebagai lat ukur debit standard an besarnya debit (Q) dapat ditentukan dengan persamaan: Q = 1,075 CdBH^1.5
Dimana; Cd = koefisien debit
B = lebar pelimpah
H = tinggi air diatas mercu ambang
Download File Word
a. Mempelajari sifat aliran yang melalui pintu sorong.
b. Menentukan koefisien kecepatan dan koefisien kontraksi.
c. Menentukan gaya-gaya yang bekerja pada pintu sorong.
d. Mengamati profil air loncat.
e. Menghitung besarnya kehilangan energi akibat air loncat.
f. Menghitung kedalaman kritis dan energi minimum.
Jika debit air mengalir secara bebas melalui suatu lubang, dimana tidak terjadi konstraksi dibagian dasar dan diisi saluran maka aliran ini sama dengan aliran bebas dibawah pintu pembilas vertikal (sluice gate) atau pintu sorong.
Besarnya debit dibawah aliran pintu sorong merupakan fungsi dari tinggi bukaan pintu dan kedalaman air dibagian hulu sehingga dapat dinyatakan dengan suatu persamaan
Download File Word
1. Pelaksanaan Praktikum Alat Peraga Osborne Reynold
Tujuan Percobaan
- Mengamati dan mengklasifikasi sifat aliran secara visualisasi berdasarkan pola gerak zat warna tinta dalam aliran.
- Menghitung dan mengklasifikasi sifat aliran secara teoritis berdasarkan bilangan Reynold.
- Membandingkan apakah terdapat kesesuaian antara pengamatan secara visual dengan pengamatan secara perhitungan(teoritis).
Rumus debit
Perhitungan besarnya nilai debit yang mengalir adalah denganmengukur volume fluida pada selang waktu tertentu
Q (debit) = V (volume)/ t (waktu)
Karena fluida dilairkan dengan pompa maka debit yang menglir tiodak tepat sama dari waktu ke waktu sehingga pengukurandilakukan 3 kali dan didapat Q rata-rata
Download File Word
2. Pelaksanaan Praktikum Tinggi Metasentrik
Pengetahuan dasar masalah stabilitas benda terapung seperti sebuah kapal yang mengambang dipermukaan air merupakan hal yang sangat penting. Kondisi kestabilan, netral, atau ketidakstabilannya dinyatakan berdasarkan tinggi titik berat benda tersebut (ponton).
Dalam percobaan ini stabilitas ponton data diketahui berdasarkan titik beratnya pada ketinggian yang bervariasi. Percobaan ini juga memperbandingkan hasil pecobaan dengan hasil perhitugan stabilitas secara analitis
Tujuan Percobaan
- Untuk menyelidiki dan menentukan stabilitas benda terapung (ponton).
- Membandingkan hasil analitis stabilitas benda terapung dengan hasil percobaan.
FB = ρ g V
Dimana :
ρ = rapat massa zat cair
g = percepatan gravitasi
V = volume zat cair yang dipindahkan oleh benda apung.
Download File Word
3. Pelaksanaan Praktikum Tekanan Hidrostatika
Untuk menentukan besarnya tekanan hidrostatika dan lokasi pusat tekanan pada suatu bidang rata yang sebagian maupun seluruhnya terendam dalam air.Dalam ilmu hidrostatiska akan dipelajari mengenai hokum-hukum yang berlaku pada suatu zat cair statis. Secara umum kajiannya dititikberatkan pada :
1. Penentuan variasi gaya atau tekanan hidrostatiska
2. Penentuan posisi atau lokasi pusat tekanan pada suatu permukaan hingga yang berada dalam zat cair.
Berdasarkan hokum hidrostatiska ternyata resultan gaya hidrostatis (F) yang bereaksi pada suatu bidang rata sama dengan hasil kali luas bidang tersebut dan tekanan dipusat luasan. Resultan gaya (F) bekerja tegak lurus terhadap permukaan bidang, yang dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan :
F = þ.g.x.A
Dimana :
Þ : rapat massa zat cair
g : percepatan grafitasi
x : jarak pusat luasan ke permukaan zat cair
A : luas bidang rata
Download File Word
4. Pelaksanaan Praktikum Aliran Di Atas Pelimpah Crump
Tujuan PercobaanUntuk menyelidiki karakter aliran di atas pelimpah crump.
Pelimpah lancip bebrbentuk segitiga merupakan salah satu alat ukur debit yang ditemukan oleh E.S CRUMP (1952) dan selanjutnya dinamakan “pelimpah crump”. Kemiringan pelimpah searah aliran di bagian hulu adalah 1 vertikal : 2 horizontal dan kemiringan di bagian hilir adalah 1:5 atau 1:2.
Pelimpah Crump dapat beroperasi pada aliran moduler dan non-moduler. Padaaliran moduler dengan muka air yang rendah, aliran di atas mercu tidak dipengaruhi oleh level muka air di bagian hilir. Jika debit bertambah besar maka aliran di atas ambang dipengaruhi oleh level muka air di bagian hulu dan hilir sehingga aliran beroperasi pada aliran non-moduler.
Berdasarkan persamaan yang diterapkan pada pelimpah Crump maka diperoleh bahwa :
Tinggi energi total, H' = H + V^2 / 2g = H + Q2 / 2gA2
Debit aliran moduler, Qm = Cd = g BH' , dan
Faktor reduksi, f = Q/Qm
Download File Word
5. Pelaksanaan Praktikum Aliran Diatas Pelimpah Ambang Tipis
Tujuan PercobaanUntuk mengetahui karakeristik aliran diatas pelimpah ambang tipis
Pelimpah ambang tipis adalah suatu struktur bangunan air dengan panjang mercu searah aliran sama dengan atau lebih kecil dari dua millimeter.Pada umumnya bangunan ini dipakai untuk mengetahui debit aliran.
Q = Cd2/3√2gBH^1,5
Dimana :
Cd = koefisien debit
B = lebar pelimpah
H = tinggi air diatas mercu ambang
Download File Word
7. Pelaksanaan Praktikum Aliran Diatas Pelimpah Ambang Lebar
Tujuan PercobaanUntuk mengetahui karakeristik aliran diatas pelimpah ambang lebar
Pelimpah ambang lebar adalah suatu struktur bangunan air fimana garis-garis aliran bergerak secara paralel antara satu dengan yang lainnya paling sedikit pada suatu jarak yang pendek.jadi distribusu tekanan hidrosttis dianggap terjadi paad suatu tampang kendali.Untuk mendapatkan kondisi ini,panjang mecu pelimpah seah dengan aliran (L) diabatasi oleh tinggi energi total (H) dibagian hulu mercu.
Pelimpah ini dipakai sebagai lat ukur debit standard an besarnya debit (Q) dapat ditentukan dengan persamaan: Q = 1,075 CdBH^1.5
Dimana; Cd = koefisien debit
B = lebar pelimpah
H = tinggi air diatas mercu ambang
Download File Word
8. Pelaksanaan Praktikum Aliran Melalui Pintu Sorong Dan Air Loncat
Tujuan Percobaana. Mempelajari sifat aliran yang melalui pintu sorong.
b. Menentukan koefisien kecepatan dan koefisien kontraksi.
c. Menentukan gaya-gaya yang bekerja pada pintu sorong.
d. Mengamati profil air loncat.
e. Menghitung besarnya kehilangan energi akibat air loncat.
f. Menghitung kedalaman kritis dan energi minimum.
Jika debit air mengalir secara bebas melalui suatu lubang, dimana tidak terjadi konstraksi dibagian dasar dan diisi saluran maka aliran ini sama dengan aliran bebas dibawah pintu pembilas vertikal (sluice gate) atau pintu sorong.
Besarnya debit dibawah aliran pintu sorong merupakan fungsi dari tinggi bukaan pintu dan kedalaman air dibagian hulu sehingga dapat dinyatakan dengan suatu persamaan
Download File Word
Label:
Engineering,
Tutorial
Grapher V8.2. 460
19 Oktober 2010
Create informative graphs with legends, magnifiers, and multiple plot types in the same graph!
Customize any portion of any graph to make the graph completely unique to your situation!
Create your own custom graphs by using the updated easy to follow Graph Wizard.
Add legends, curve fits, annotations, and drawing objects to complete the graph.
Organize your objects in the improved Object Manager and edit your graphs in the updated Property Inspector!
Create templates to use the same graph settings with multiple data files.
Save the graphs in Grapher 5, Grapher 6, or Grapher 7 GRF formats or Grapher 5, Grapher 6, or Grapher 7 GPJ formats to make sharing documents between colleagues easier than ever!
Automate the graphing process with the included Scripter™.
Record your graph making process with the Script Recording feature inside Grapher!
Export graphs for use in presentations and publications in one of Grapher's many export formats, including vector PDF, EMF, and EPS.
Create one of 54 unique graph types. There are four different types of 2D graphs that can be created in Grapher: linear, bar, polar, and specialty graph types. In addition, many of these graph types are available with a 3D aspect. If you need an extra variable plotted on your graph, try one of the 3D XYZ graphs, the contour maps, or surface maps!
Download here
Label:
Engineering,
Software
Pemeliharaan Permukaan Jalan dengan Bubur Aspal Emulsi (slurry) Dimodifikasi Latex
17 Oktober 2010
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bubur aspal emulsi (slurry) dimodifikasi polimer pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya. Pelapisan dengan bubur aspal emulsi (slurry) dimodifikasi polimer terdiri dari campuran aspal emulsi yang dimodifikasi polimer, agregat, bahan pengisi, air, dan bahan tambah yang tertentu, ditakar, dicampur dan dihampar secara merata diatas permukaan yang telah disiapkan sebelumnya atau sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Bubur aspal emulsi (slurry) dimodifikasi polimer yang yang telah selesai dihampar akan membentuk lapisan homogen, melekat kuat pada permukaan yang telah disiapkan, dan mempunyai tekstur ketahanan kekesatan sepanjang umur rencananya.
Untuk Lebih Jelas Download Disini
Untuk Lebih Jelas Download Disini
Label:
Engineering,
SNI
TATA CARA EVALUASI PENGADAAN BARANG/JASA
9 Oktober 2010
Abstrak
TAHAPAN PROSES EVALUASI
Evaluasi dokumen penawaran, meliputi :
- Pembuatan Berita Acara Hasil Lelang.
EVALUASI PENAWARAN
Komponen dokumen penawaran yang dievaluasi meliputi:
Penawaran yang memenuhi syarat tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat;
Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:
berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;
substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa;
adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta pengadaan yang memenuhi syarat
Emin Adhy Muhaemin
TIM SOSIALISASI KEPPRES NO. 80 TAHUN 2003
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Category : Persentase
Size : 272 KB
Files: : Ms Powerpoint
Download Here
TAHAPAN PROSES EVALUASI
Evaluasi dokumen penawaran, meliputi :
- Dapat lebih dulu melakukan koreksi aritmatik (jika menggunakan metoda penyampaian 1 sampul);
- Evaluasi administrasi ;
- Evaluasi Teknis ;
- Evaluasi kewajaran harga ;
- Pembuatan Berita Acara Hasil Lelang.
EVALUASI PENAWARAN
Komponen dokumen penawaran yang dievaluasi meliputi:
- Evaluasi kelengkapan data administrasi;
- Evaluasi dokumen teknis dan;
- Evaluasi dokumen penawaran harga.
Penawaran yang memenuhi syarat tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat;
Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:
berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;
substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa;
adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta pengadaan yang memenuhi syarat
Emin Adhy Muhaemin
TIM SOSIALISASI KEPPRES NO. 80 TAHUN 2003
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Category : Persentase
Size : 272 KB
Files: : Ms Powerpoint
Download Here
Label:
Engineering,
Kumpulan Persentase,
Tutorial
Program Penulangan Kolom Segi Empat
Program ini menggunakan satuan kN-meter dalam melakukan analisis penulangan lentur kolom segi empat. Metode yang digunakan dalam menghitung kebutuhan penulangan adalah metode elastis dengan referensi dari buku “Analysis of Reinforced Concrete Column Section” dari Wiratman Wangsadinata C.E.
Program ini memberikan pilihan apakah momen yang akan dianalisis diklasifikasikan sebagai beban tetap atau sebagai beban sementara. Program ini juga dapat digunakan untuk berbagai macam mutu beton dan mutu baja tulangan. Ada dua alternatif penempatan tulangan lentur kolom segi empat yang bisa digunakan yaitu.
a. Tulangan simetri pada dua sisi kolom
b. Tulangan simetri pada ke empat sisi kolom
Keluaran dari program ini adalah banyaknya kebutuhan tulangan yang diperlukan yang didasarkan atas diameter tulangan yang digunakan.
Download Here
Program ini memberikan pilihan apakah momen yang akan dianalisis diklasifikasikan sebagai beban tetap atau sebagai beban sementara. Program ini juga dapat digunakan untuk berbagai macam mutu beton dan mutu baja tulangan. Ada dua alternatif penempatan tulangan lentur kolom segi empat yang bisa digunakan yaitu.
a. Tulangan simetri pada dua sisi kolom
b. Tulangan simetri pada ke empat sisi kolom
Keluaran dari program ini adalah banyaknya kebutuhan tulangan yang diperlukan yang didasarkan atas diameter tulangan yang digunakan.
Download Here
Label:
Engineering,
Software
PENGARUH PENGGUNAAN MIKRO ASBUTON SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN HOT ROLLED ASPHALT (HRA)
8 Oktober 2010
Abstrak
Salah satu karakteristik yang penting dari campuran Hot Rolled Asphalt (HRA) adalah penggunaan gradasi timpang. Dalam gradasi timpang ini, penggunaan agregat ukuran sedang sangat sedikit, dan lebih terdiri dari campuran pasir, filler (bahan pengisi) dan aspal, dimana agregat kasar kemudian digabungkan. Kekuatan dari campuran HRA tidak didapat dari ikatan antar agregat kasar, tetapi dari campuran agregat halus, filler dan aspal.
Filler yang normal digunakan dalam campuran HRA adalah semen, tetapi semen terkadang sulit didapat dan harganya pun relatif mahal. Beberapa jenis material filler alternatif telah dicoba sebagai pengganti bahan filler konvensional, seperti bahan kapur bangunan dan lanau sungai, juga dicoba bahan abu terbang (fly ash) yang merupakan bahan buangan atau limbah padat dari pembangkit tenaga listrik.
Dalam penelitian ini material yang akan dicoba sebagai filler adalah mikro asbuton, yaitu asbuton yang telah diproses menjadi bubuk halus dan kering yang sebagian besar lolos saringan No. 200 sehingga secara teori partikel yang lolos ini dapat digunakan sebagai filler pada campuran aspal panas (hot mix). Pemilihan mikro asbuton sendiri dinilai tepat karena asbuton merupakan potensi dalam negeri dengan perkiraan cadangan lebih dari 300 juta ton, namun perkembangan teknologinya belum diminati secara luas dalam pembangunan jalan.
Untuk mengkaji ukuran potensi durabilitas campuran HRA dengan filler mikro asbuton, kriteria potensi durabilitas yang digunakan dalam penelitian ini dibagi atas tiga kelompok utama yakni: kriteria Karakteristik Dasar Campuran, Perendaman Standar Marshall (perendaman 1 hari pada suhu 60C), dan Perendaman Modifikasi Marshall (perendaman 0, 1, 4, 7, 14, 21 dan 28 hari pada suhu ruang). Spesifikasi gradasi HRA yang digunakan mengacu pada British Standards untuk lapis permukaan tipe C dengan tipe desain 40/20 dan ketebalan nominal lapisan 50 mm.
Kriteria Karakteristik Dasar Campuran menghasilkan nilai-nilai stabilitas, kelelahan, Marshall Quotient, persentase Rongga dalam Campuran (voids in the mix, VM), Rongga dalam Agregat (voids in the mineral aggregate, VA) dan Rongga Terisi Aspal. (voids filled with binder, VB). Perendaman Standar Marshall menggunakan kriteria Stabilitas Marshall Sisa (Marshall retained stability) dengan persyaratan yang diminta adalah suatu nilai yang lebih besar dari 75% seperti yang tercantum dalam SNI. Pengujian Perendaman Modifikasi Marshall dilakukan untuk mengukur potensi durabilitas dari campuran dengan menerapkan pengujian perendaman campuran pada suhu ruang dengan variasi lama perendaman 0, 1, 4, 7, 14, 21 dan 28 hari. Dari pengujian ini akan didapat Indeks Durabilitas Pertama (first durability index) dan Indeks Durabilitas Kedua (second durability index) yang secara praktis keduanya menyatakan persen kehilangan kekuatan yang dibobotkan pada satu hari.
Kata-kata kunci (keywords): mikro asbuton, filler, durabilitas, Hot Rolled Asphalt.
Novrizal
Mahasiswa S1 Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Selvy Christinadewy
Mahasiswa S1 Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Dr. Ir. Bambang Ismanto S.
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Ir. Sony S. Wibowo, MT
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Category : Juknis dan Artikel Teknik Sipil
Size : 803 Kb
Files: : Ms Word
Download Here
Salah satu karakteristik yang penting dari campuran Hot Rolled Asphalt (HRA) adalah penggunaan gradasi timpang. Dalam gradasi timpang ini, penggunaan agregat ukuran sedang sangat sedikit, dan lebih terdiri dari campuran pasir, filler (bahan pengisi) dan aspal, dimana agregat kasar kemudian digabungkan. Kekuatan dari campuran HRA tidak didapat dari ikatan antar agregat kasar, tetapi dari campuran agregat halus, filler dan aspal.
Filler yang normal digunakan dalam campuran HRA adalah semen, tetapi semen terkadang sulit didapat dan harganya pun relatif mahal. Beberapa jenis material filler alternatif telah dicoba sebagai pengganti bahan filler konvensional, seperti bahan kapur bangunan dan lanau sungai, juga dicoba bahan abu terbang (fly ash) yang merupakan bahan buangan atau limbah padat dari pembangkit tenaga listrik.
Dalam penelitian ini material yang akan dicoba sebagai filler adalah mikro asbuton, yaitu asbuton yang telah diproses menjadi bubuk halus dan kering yang sebagian besar lolos saringan No. 200 sehingga secara teori partikel yang lolos ini dapat digunakan sebagai filler pada campuran aspal panas (hot mix). Pemilihan mikro asbuton sendiri dinilai tepat karena asbuton merupakan potensi dalam negeri dengan perkiraan cadangan lebih dari 300 juta ton, namun perkembangan teknologinya belum diminati secara luas dalam pembangunan jalan.
Untuk mengkaji ukuran potensi durabilitas campuran HRA dengan filler mikro asbuton, kriteria potensi durabilitas yang digunakan dalam penelitian ini dibagi atas tiga kelompok utama yakni: kriteria Karakteristik Dasar Campuran, Perendaman Standar Marshall (perendaman 1 hari pada suhu 60C), dan Perendaman Modifikasi Marshall (perendaman 0, 1, 4, 7, 14, 21 dan 28 hari pada suhu ruang). Spesifikasi gradasi HRA yang digunakan mengacu pada British Standards untuk lapis permukaan tipe C dengan tipe desain 40/20 dan ketebalan nominal lapisan 50 mm.
Kriteria Karakteristik Dasar Campuran menghasilkan nilai-nilai stabilitas, kelelahan, Marshall Quotient, persentase Rongga dalam Campuran (voids in the mix, VM), Rongga dalam Agregat (voids in the mineral aggregate, VA) dan Rongga Terisi Aspal. (voids filled with binder, VB). Perendaman Standar Marshall menggunakan kriteria Stabilitas Marshall Sisa (Marshall retained stability) dengan persyaratan yang diminta adalah suatu nilai yang lebih besar dari 75% seperti yang tercantum dalam SNI. Pengujian Perendaman Modifikasi Marshall dilakukan untuk mengukur potensi durabilitas dari campuran dengan menerapkan pengujian perendaman campuran pada suhu ruang dengan variasi lama perendaman 0, 1, 4, 7, 14, 21 dan 28 hari. Dari pengujian ini akan didapat Indeks Durabilitas Pertama (first durability index) dan Indeks Durabilitas Kedua (second durability index) yang secara praktis keduanya menyatakan persen kehilangan kekuatan yang dibobotkan pada satu hari.
Kata-kata kunci (keywords): mikro asbuton, filler, durabilitas, Hot Rolled Asphalt.
Novrizal
Mahasiswa S1 Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Selvy Christinadewy
Mahasiswa S1 Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Dr. Ir. Bambang Ismanto S.
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Ir. Sony S. Wibowo, MT
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Category : Juknis dan Artikel Teknik Sipil
Size : 803 Kb
Files: : Ms Word
Download Here
PENGARUH FAKTOR KEKUATAN (MODULUS ELASTISITAS) BAHAN TERHADAP BESARNYA NILAI KETEBALAN LAPIS TAMBAHAN (OVERLAY)
2 Oktober 2010
Abstrak : Perancangan lapis tambahan (overlay design) merupakan ketebalan dari aspal atau lapisan butir yang akan melapisi perkerasan yang ada, sebagai usaha dalam mengatasi penurunan kekuatan perkerasan serta melindungi struktur selama periode desain. Selama beberapa tahun, dalam menentukan besarnya lapis tambahan aspal untuk perkerasan lentur, didasarkan pada besarnya lapis tambahan aspal untuk perkerasan lentur, didasarkan pada besarnya lendutan yang terjadi. Data lendutan tersebut didapat dari pengukuran dengan alat Benkelman Beam pada suatu standar pembebanan tertentu. Sedangkan jalan yang diambil dalam studi kasus ini adalah salah satu jalan di Propinsi Kalimantan Barat, yaitu jalan Tanjung – Balai Karangan. Berdasarkan beberapa prosedur perencanaan lapis tambahan, seperti misalnya dengan Metode Empirik dengan prosedur dari Bina Marga memberikan hasil (ketebalan overlay) yang sangat bervariasi, selain itu juga digunakan metode dengan cara kekuatan elemen bahan/material, khususnya dengan menonjolkan angka Modulus Elastisitas bahan atau lebih dikenal dengan Metode Mekanik dengan prosedur dari TRRL yang memberikan hasil yang relatif seragam dan lebih besar dari cara empirik. Untuk itu penelitian ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana perbedaan hasil dari kedua metode tersebut dan bagaimana peranan nilai kekuatan bahan secara individu (modulus elastisitas bahan) terhadap ketebalan lapis tambahan (overlay).
Dari beberapa seksi jalan yang dibagi, maka didapat hasil untuk prosedur Bina Marga dari seksi I – V berturut-turut tebal overlaynya 3 cm, 7 cm, 8 cm, 11 cm, 8 cm, sedangkan untuk prosedur TRRL berturut-turut didapat hasil 8 cm, 10 cm, 11 cm, 12 cm, hal ini sebagai dampak dari beberapa perbedaan parameter yang digunakan. Sedangkan tingkat keefektifan dari setiap material overlay dalam mereduksi defleksi dapat diukur dengan membandingkan tebalnya dengan tebal dari material standar yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sama, dalam hal ini yang dimaksud adalah granular material untuk base CGRA. Perbandingan dari masing-masing ketebalan disebut sebagai “Faktor Ekivalen” (FE) dari material overlay. Dalam hal ini TRRL menggunakan faktor ekivalen berkisar antara 3.0 – 4.0, sedangkan untuk Bina Marga menggunakan angka kisaran 2.0 – 3.0, sehingga besarnya faktor ekivalen ini juga mempengaruhi tebal overlay yang dihasilkan TRRL lebih besar dari Bina Marga.
IR. Joewono Prasetijo, Dipl. TREND,MSc Rini
Laboratorium Penelitian Jalan
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil
Universitas Tanjungpura (UNTAN)
Handayani, ST
Graduate Student
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil
Universitas Tanjungpura (UNTAN)
Full Dokument Download Disini
APLIKASI PEMBEBANAN ELASTIS DENGAN METODA CAPPED MATRIX DI KOTAMADYA BANDUNG
Abstrak
Pembebanan yang umum dilakukan dalam perencanaan transportasi adalah pembebanan inelastis, dengan asumsi permintaan perjalanan tetap ( fixed demand) atau jumlah total perjalanan dari zona asal i ke zona tujuan j per satuan waktu (Tid) akan dibebankan seluruhnya pada ruas jaringan jalan. Hal itu cukup realistis pada daerah dengan tingkat pertumbuhan kemacetan rendah, tetapi pada daerah dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi akan menyebabkan terjadinya beban yang jauh melebihi kapasitas ruas tersebut (over assignment)
Kenyataannya, pengguna jalan akan menanggapi keterbatasan kapasitas jaringan dengan mengubah perilakunya. Hal itu bisa dilakukan dengan memajukan atau memundurkan waktu berangkat, memilih rute lain atau bahkan mengubah tujuan perjalanan. Berubahnya perilaku pengguna jalan ini akan meyebabkan perubahan pada matrix permintaan perjalanan. Inilah yang menyebabkan asumsi permintaan tetap untuk setiap pembebanan menjadi kurang realistis.
Dalam proses pembebanan, perubahan perilaku pengguna jalan tersebut dapat didekati dengan pembebanan elastis yang meliputi dua metode yaitu Pembebanan dengan kurva permintaan (untuk mengakomodir perubahan perilaku pengguna jalan karena pertambahan biaya perjalanan) dan metode pemangkasan matriks perjalanan mengakomodir perubahan perilaku pengguna jalan sebagai tanggapan terhadap batasan kapasitas.
Sejauh mana metoda pembebanan elastis dengan pemangkasan matrik (capped matrix) tersebut dapat diterapkan di kotamadya Bandung merupakan tujuan utama dari studi ini yang dilakukan dengan membandingkannya terhadap arus lalu lintas hasil survai primer tahun 1999. Kemudian dianalisis kinerja jaringan yang di representasikan oleh model tersebut.
Studi ini dilakukan di kotamadya Bandung dan sebagian kabupaten (145 zona), yang meliputi jaringan jalan arteri, kolektor dan sebagian lokal. Hasil yang didapat menunjukkan pengaruh yang besar penggunaan capped matrix terhadap kinerja jaringan, yang ditunjukkan dengan nilai RMSE dan R2 serta perubahan kinerja jaringan.
Sylvia Indriany .ST
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Jl. Ganesha 10 Bandung – 40132
Ir.Ade Sjafruddin MSc.,Ph.D
Staf Pengajar dan peneliti
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Ir. Ofyar Z. Tamin MSc.,Ph.D
Staf pengajar dan peneliti
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Full Download Dokumen Disini
Pembebanan yang umum dilakukan dalam perencanaan transportasi adalah pembebanan inelastis, dengan asumsi permintaan perjalanan tetap ( fixed demand) atau jumlah total perjalanan dari zona asal i ke zona tujuan j per satuan waktu (Tid) akan dibebankan seluruhnya pada ruas jaringan jalan. Hal itu cukup realistis pada daerah dengan tingkat pertumbuhan kemacetan rendah, tetapi pada daerah dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi akan menyebabkan terjadinya beban yang jauh melebihi kapasitas ruas tersebut (over assignment)
Kenyataannya, pengguna jalan akan menanggapi keterbatasan kapasitas jaringan dengan mengubah perilakunya. Hal itu bisa dilakukan dengan memajukan atau memundurkan waktu berangkat, memilih rute lain atau bahkan mengubah tujuan perjalanan. Berubahnya perilaku pengguna jalan ini akan meyebabkan perubahan pada matrix permintaan perjalanan. Inilah yang menyebabkan asumsi permintaan tetap untuk setiap pembebanan menjadi kurang realistis.
Dalam proses pembebanan, perubahan perilaku pengguna jalan tersebut dapat didekati dengan pembebanan elastis yang meliputi dua metode yaitu Pembebanan dengan kurva permintaan (untuk mengakomodir perubahan perilaku pengguna jalan karena pertambahan biaya perjalanan) dan metode pemangkasan matriks perjalanan mengakomodir perubahan perilaku pengguna jalan sebagai tanggapan terhadap batasan kapasitas.
Sejauh mana metoda pembebanan elastis dengan pemangkasan matrik (capped matrix) tersebut dapat diterapkan di kotamadya Bandung merupakan tujuan utama dari studi ini yang dilakukan dengan membandingkannya terhadap arus lalu lintas hasil survai primer tahun 1999. Kemudian dianalisis kinerja jaringan yang di representasikan oleh model tersebut.
Studi ini dilakukan di kotamadya Bandung dan sebagian kabupaten (145 zona), yang meliputi jaringan jalan arteri, kolektor dan sebagian lokal. Hasil yang didapat menunjukkan pengaruh yang besar penggunaan capped matrix terhadap kinerja jaringan, yang ditunjukkan dengan nilai RMSE dan R2 serta perubahan kinerja jaringan.
Sylvia Indriany .ST
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Jl. Ganesha 10 Bandung – 40132
Ir.Ade Sjafruddin MSc.,Ph.D
Staf Pengajar dan peneliti
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Ir. Ofyar Z. Tamin MSc.,Ph.D
Staf pengajar dan peneliti
Rekayasa Transportasi
Institut Teknologi Bandung
Gd. Lab. Tek. I Lantai 2
Full Download Dokumen Disini
PENGARUH STABILISASI SEMEN TERHADAP BIAYA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DI PANDAAN JAWA TIMUR
Abstrak
Pembangunan prasarana jalan memerlukan biaya yang cukup besar, bahkan bisa menjadi semakin besar bila harus melewati tanah yang kurang baik seperti di lokasi jalan masuk Taman Dayu Pandaan ini. Tanah dasar (sub grade) tersebut mempunyai CBR = 2,8% berbutir halus 76% > 50% lolos saringan no. 200, batas cair (LL) = 57 % dan Indeks Plastis (PILIH DAN KLIK) 32,96%. Menurut klasifikasi USCS termasuk CH soil (lempung plastisitas tinggi). Oleh karena itu diperlukan stabilisasi kimia seperti semen untuk meningkatkan kekuatan tanah dasar (sub grade).
Penambahan bahan kimia tersebut jelas membutuhkan biaya, karena itu yang menjadi permasalahan adalah ekonomis tidak penambahan bahan kimia tersebut. Untuk itu dilakukan perhitungan kebutuhan tebal Perkerasan sebelum dan sesudah dilakukan stabilisasi kimia seperti semen, yang hasilnya terutama biaya dibandingkan satu hari. Perhitungan-perhitungan menggunakan metode analisa komponen SKBI 2.3.2.6. 1987.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin banyak kadar semen, semakin meningkatkan biaya pembangunan. Besar peningkatan biaya berturut-turut adalah 21,42%, 12,54%, 7,01% untuk masing-masing kadar semen 4%, 8%, 10%. Penurunan biaya relatif sedikit yakni sebesar 5,81% pada kadar semen 6%. Naiknya biaya pembangunan disebabnya adanya persyaratan tebal minimum subbase (D3) sebesar 10 cm bertambah tebalnya lapisan tanah + bahan kimia karena meningkatnya CBR sub grade.
Ir. Djoko Sulistiono
Staf Pengajar Program Diploma
Jurusan Teknik Sipil
FTSP Institut Teknologi Surabaya
Ir. Sulchan Arifin, M.Eng
Staf Pengajar Program Diploma
Jurusan Teknik Sipil
FTSP Institut Teknologi Surabaya
Full Artikel Download Disini
Pembangunan prasarana jalan memerlukan biaya yang cukup besar, bahkan bisa menjadi semakin besar bila harus melewati tanah yang kurang baik seperti di lokasi jalan masuk Taman Dayu Pandaan ini. Tanah dasar (sub grade) tersebut mempunyai CBR = 2,8% berbutir halus 76% > 50% lolos saringan no. 200, batas cair (LL) = 57 % dan Indeks Plastis (PILIH DAN KLIK) 32,96%. Menurut klasifikasi USCS termasuk CH soil (lempung plastisitas tinggi). Oleh karena itu diperlukan stabilisasi kimia seperti semen untuk meningkatkan kekuatan tanah dasar (sub grade).
Penambahan bahan kimia tersebut jelas membutuhkan biaya, karena itu yang menjadi permasalahan adalah ekonomis tidak penambahan bahan kimia tersebut. Untuk itu dilakukan perhitungan kebutuhan tebal Perkerasan sebelum dan sesudah dilakukan stabilisasi kimia seperti semen, yang hasilnya terutama biaya dibandingkan satu hari. Perhitungan-perhitungan menggunakan metode analisa komponen SKBI 2.3.2.6. 1987.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin banyak kadar semen, semakin meningkatkan biaya pembangunan. Besar peningkatan biaya berturut-turut adalah 21,42%, 12,54%, 7,01% untuk masing-masing kadar semen 4%, 8%, 10%. Penurunan biaya relatif sedikit yakni sebesar 5,81% pada kadar semen 6%. Naiknya biaya pembangunan disebabnya adanya persyaratan tebal minimum subbase (D3) sebesar 10 cm bertambah tebalnya lapisan tanah + bahan kimia karena meningkatnya CBR sub grade.
Ir. Djoko Sulistiono
Staf Pengajar Program Diploma
Jurusan Teknik Sipil
FTSP Institut Teknologi Surabaya
Ir. Sulchan Arifin, M.Eng
Staf Pengajar Program Diploma
Jurusan Teknik Sipil
FTSP Institut Teknologi Surabaya
Full Artikel Download Disini
ENGINEERING PROPERTIES BAHAN PERKERASAN JALAN STUDI KASUS GRASBERG HAUL ROAD, TIMIKA, PAPUA
Abstrak
Ketersediaan agregat adalah salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangan dalam perancangan perkerasan jalan. Ketersediaan ini terkait dengan kualitas, kuantitas dan biaya eksplorasi yang rendah. Pada konstruksi Grasberg Haul Road, PT Freeport Indonesia telah menggunakan sumber material untuk bahan perkerasan jalan. Pada lokasi jalan tersebut, tersedia sumber batuan untuk agregat, tetapi sayangnya, umumnya batuan tersebut termasuk dalam kategori batuan sedimen yang umumnya kurang baik digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Tujuan penelitian ini ada untuk melihat engineering properties dari material yang digunakan pada konstruksi Grasberg Haul Road. Penelitian ini dilakukan dalam sekala laboratorium dan analisa yang dilakukan berdasarkan perbdaningan antara hasil pengujian dengan spesifikasi material untuk perkerasan jalan. Sampel yang dikirimkan untuk diuji di laboratorium dibagi atas empat kelompok, yaitu Marble (dengan kode RQM), Diorite (dengan kode DIO), dan dua kelompok Limestone, dengan kode masing-masing RQ1 dan RQ2. Jenis tes yang dilakukan adalah Los Angeles Abrasion Test, Aggregate Impact Value, Aggregate Crushing Value, Berat Jenis, Kadar Air, Pelapukan (Soundness), dan kelekatan terhadap aspal. Dari empat kelompok yang diuji dan dianalisa, didapat bahwa hanya batuan limestone dengan kode RQ2 saja yang dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan.
Ir. Sony S Wibowo, MT
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
Telp. 62-22-250 2350; fax. 62-251 2395
sswibowo@trans.si.itb.ac.id
Ir. Bambang Ismanto Siswosoebrotho, MSc., PhD.
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipi
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
Telp. 62-22-250 2350; fax. 62-251 2395
bis@trans.si.itb.ac.id
Full Dokumen Download Disini
Ketersediaan agregat adalah salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangan dalam perancangan perkerasan jalan. Ketersediaan ini terkait dengan kualitas, kuantitas dan biaya eksplorasi yang rendah. Pada konstruksi Grasberg Haul Road, PT Freeport Indonesia telah menggunakan sumber material untuk bahan perkerasan jalan. Pada lokasi jalan tersebut, tersedia sumber batuan untuk agregat, tetapi sayangnya, umumnya batuan tersebut termasuk dalam kategori batuan sedimen yang umumnya kurang baik digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Tujuan penelitian ini ada untuk melihat engineering properties dari material yang digunakan pada konstruksi Grasberg Haul Road. Penelitian ini dilakukan dalam sekala laboratorium dan analisa yang dilakukan berdasarkan perbdaningan antara hasil pengujian dengan spesifikasi material untuk perkerasan jalan. Sampel yang dikirimkan untuk diuji di laboratorium dibagi atas empat kelompok, yaitu Marble (dengan kode RQM), Diorite (dengan kode DIO), dan dua kelompok Limestone, dengan kode masing-masing RQ1 dan RQ2. Jenis tes yang dilakukan adalah Los Angeles Abrasion Test, Aggregate Impact Value, Aggregate Crushing Value, Berat Jenis, Kadar Air, Pelapukan (Soundness), dan kelekatan terhadap aspal. Dari empat kelompok yang diuji dan dianalisa, didapat bahwa hanya batuan limestone dengan kode RQ2 saja yang dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan.
Ir. Sony S Wibowo, MT
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
Telp. 62-22-250 2350; fax. 62-251 2395
sswibowo@trans.si.itb.ac.id
Ir. Bambang Ismanto Siswosoebrotho, MSc., PhD.
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipi
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10 Bandung 40132
Telp. 62-22-250 2350; fax. 62-251 2395
bis@trans.si.itb.ac.id
Full Dokumen Download Disini
MENINGKATKAN MUTU ASPAL DI PERKERASAN JALAN YANG TELAH LAPUK DENGAN CARA DINGIN
RINGKASAN
Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa Aspal di perkerasan jalan makin lama makin turun mutunya akibat dari proses oksidasi dan polimerisasi. Hal ini ditunjang dengan kenyataan bahwa Indonesia terletak didaerah Tropis, sehingga faktor cuaca dapat memicu terjadinya pelapukan aspal, disamping faktor-faktor penyebab lainnya. Meningkatkan mutu aspal di perkerasan jalan ada dua cara yaitu: a). dengan cara pelaburan dengan aspal atau dengan aspal emulsi yang dicampur dengan bahan peremaja apabila kondisi kerusakan berupa retak halus yang umumnya disebut surface dressing, b). dengan cara penggarukan kemudian ditambah dengan bahan additive, dan atau dengan ditambah aspal baru serta ditambah agregat baru yang umum disebut daur ulang (recycling). Dari hasil penelitian, cara pelaburan dapat meningkatkan mutu aspal di perkerasan jalan dari penetrasi aspal 10 - 11 menjadi 33 – 35 dan daktilitas aspal dari 14 -15 cm menjadi 140 cm sehingga perkerasan dapat bertahan selama 2 tahun, demikian juga dengan metoda daur ulang cara dingin (cold mix) perkerasan dapat tahan lebih dari 4 tahun pada lalu lintas sedang.
Tjitjik Wasiah Suroso
Puslitbang Jalan dan Jembatan
Jl. A.H. Nasution No.264 Bandung
E-mail : tjitjiksuroso@yahoo.com
Diterima : 14 Januari 2009; Disetujui : 20 April 2009
Type | PDF
Download Full Dokumen
Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa Aspal di perkerasan jalan makin lama makin turun mutunya akibat dari proses oksidasi dan polimerisasi. Hal ini ditunjang dengan kenyataan bahwa Indonesia terletak didaerah Tropis, sehingga faktor cuaca dapat memicu terjadinya pelapukan aspal, disamping faktor-faktor penyebab lainnya. Meningkatkan mutu aspal di perkerasan jalan ada dua cara yaitu: a). dengan cara pelaburan dengan aspal atau dengan aspal emulsi yang dicampur dengan bahan peremaja apabila kondisi kerusakan berupa retak halus yang umumnya disebut surface dressing, b). dengan cara penggarukan kemudian ditambah dengan bahan additive, dan atau dengan ditambah aspal baru serta ditambah agregat baru yang umum disebut daur ulang (recycling). Dari hasil penelitian, cara pelaburan dapat meningkatkan mutu aspal di perkerasan jalan dari penetrasi aspal 10 - 11 menjadi 33 – 35 dan daktilitas aspal dari 14 -15 cm menjadi 140 cm sehingga perkerasan dapat bertahan selama 2 tahun, demikian juga dengan metoda daur ulang cara dingin (cold mix) perkerasan dapat tahan lebih dari 4 tahun pada lalu lintas sedang.
Tjitjik Wasiah Suroso
Puslitbang Jalan dan Jembatan
Jl. A.H. Nasution No.264 Bandung
E-mail : tjitjiksuroso@yahoo.com
Diterima : 14 Januari 2009; Disetujui : 20 April 2009
Type | PDF
Download Full Dokumen
Langganan:
Postingan (Atom)
Situs Download dan Share Video Gratis
Free Video donwload and Upload
Blip.tv VideoEgg Dailymotion YouTube Veoh Google Video Grouper Jumpcut AOL Eyespot Addictingclips, BallOfDirt Blastrop Blinkx Bolt Break CastPost Clipfish ClipShack Crunchyroll Current TV Dabble Daum DropShots Eefoof EngageMedia Evtv1 ExpertVillage Filecow FlickDrop Fligz Flixya Flurl GodTube Gofish
GUBA HomeMovie iFilm JibJab LiveVideo Lulu TV ManiaTV Metacafe Motionbox
MSN Soapbox Myspace MyVideo OneWorldTV Openvlog Ourmedia Pandora TV
Panjea Peekvid Phanfare Pickle Putfile Revver SceneMaker Sharkle Stage6 Sumo TheVideoSense Tudou Twango UVU Video Sharing Veoh Video Webtown VidiLife Vimeo vMix Vobbo Vodpod Vsocial Webshots Woomu Yikers You are ZippyVideos zooppa
Entri Populer
- GAMBAR DETAIL DRAINASE GORONG-GORONG PIPA SINGLE/DOUBLE
- GAMBAR LAMPU PENGATUR LALU LINTAS
- Free Download PDF Converter Professional 7(Full Crack)
- Yahoo Hack
- Contoh RAB dan Gambar Sumur Bor dan Towernya
- Program Perencanaan Pondasi Sumuran
- Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pendaratan Pelabuhan Ikan
- Gambar Autocad Standar Lalu Lintas Jalan untuk Perencanaan Jalan
- DFX pro for Winamp v9.204 Incl.Keymaker CORE
- Metode Pelaksanaan Pekerjaan MCK